Makasiow.com, Manado – Beberapa waktu lalu (10/03), Sulut diguncangkan oleh gempa bumi. Khusus di kota Amurang, gempa bumi terasa begitu kencang.
Menurut siaran BMKG 10 maret, info hasil analisa Gempa mencapai M: 4,3 SR, yang terjadi di 1.2 LU, 124.49 BT (24 kilometer barat daya, Amurang – Minsel – Sulut), pada kedalaman 10 kilometer. Meski begitu BMKG merilis status gempa tidak berpotensi tsunami.
Menurut laman resmi bmkg.go.id, menyebutkan Jenis dan mekanisme gempabumi dengan emperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempa bumi tersebut merupakan jenis gempa bumi kedalaman dangkal akibat aktivitas sesar lokal.
Kepada makasiow.com, Richy Kantu, selaku anggota organisasi Ikatan Ahli Geologi Indonesia, mengatakan jenis gempa yang dangkal itu karena kedalaman gempa hanya berada pada 10 kilometer dari permukaan, sehingga hal itu disebut gempa dangkal.
“Kemungkinan dengan jenis gempa bumi kedalaman dangkal itu, terjadi akibat aktivitas dari sesar yang aktif yang ada disekitar pusat gempa,” ucap pemerhati bencana Sulawesi itu kepada wartawan, Senin (15/03/2021).
Dijelaskannya, secara Geologi kawasan daerah Sulawesi Utara dilewati oleh Ring of Fire (Jalur gunung api). Jadi Daerah Sulawesi Utara tidak bisa dihindari dari bencana alam seperti Gempa Bumi, Tsunami, dan bencana Gunung api.
“Kemungkinan akan nantinya terjadinya gempa besar, mungkin akan terjadi, apalagi di Sulawesi bagia utara, sangat berpotensi terjadinya Megathrust, yaitu gempa yang terjadi dilautan dan sangat berpotensi terjadi tsunami yang bisa mencapai lebih 10 meter,” ucap alumni Fakultas Geologi Universitas Hassanudin Makassar itu.
Richy menambahkan, saat ini belum ada alat atau teknologi yang bisa memprediksi kapan akan terjadinya gempa itu.
“Jadi kita sebagai masyarakat, harus sadar bahwa daerah yang kita tinggali memiliki potensi besar terjadinya bencana, jadi harus sigap dan tanggap dalam menghadapi bencana alam geologi,” ujar Pria yang juga anggota organisasi Internasional American Association of Petroleum Geologist itu.
Richy juga menambahkan gambaran data infografis mengenai jalur patahan yang berada di Sulawesi, Dia menjelaskan pada gambar itu menunjukan bahwa Sulut diapit oleh dua sesar atau patahan, patahan bagian utara hingga barat itu, merupakan jalur bukti bencana Palu yang terjadi tempo hari lalu.
Oleh karenanya dia mengharapkan pada masyarakat agar selalu siap dan sigap dalam menghadapi bencana. dia juga berharap pada pemerintah agar mengadakan sosialisasi dan mengedukasi pada masyarakat tentang kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana, atau proses mitigasi bencana.
“Masyarakat tidak perlu khawatir berlebihan, kita hanya perlu kesiapan diri saat sebelum terjadinya bencana. Dan harusnya pembelajaran mengenai mitigasi bencana harus diterapkan sejak di Sekolah dasar,” pungkas penggagas akun edukasi bencana instagram Torang Siaga.
(Yudi Tarek)















