“Sekarang Sulut sudah bisa ekspor ke Jepang, Hongkong, serta Korea Selatan. Ini merupakan langkah taktis ODSK pasca Pandemi. Sehingga tidak heran Sulut bisa surplus.”
Natanael Pepah, Ketua Umum HIPMI Sulut
Manado, Makasiow News — Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) merilis perkembangan ekspor dan impor Sulut melalui kanal resminya, Senin (17/4/2023).
Dijelaskan bahwa nilai ekspor nonmigas Sulut pada Maret 2023 tercatat sebesar US$ 67.85 juta, sementara impornya senilai US$ 18.08 juta, maka Sulut mengalami surplus sebesar US$ 49,77 juta atau Rp738.619.150.500,-
Hal ini mendapat respon dari kalangan masyarakat, salah satunya dari Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Sulut, Natanael Pepah, yang mengatakan, keberhasilan tersebut tidak lepas dari kebijakan Pemerintah Sulawesi Utara terkait ekspor langsung dari Pelabuhan Bitung ke beberapa negara di Asia Timur.
“Sekarang Sulut sudah bisa ekspor ke Jepang, Hongkong, serta Korea Selatan. Ini merupakan langkah taktis ODSK pasca Pandemi. Sehingga tidak heran Sulut bisa surplus,” kata Natanael Pepah, kepada media ini.
Apalagi, tambah Natan, kebijakan ekspor langsung tersebut telah sangat membantu pengusaha dan masyarakat dalam menjajaki pasar yang lebih luas.
“Kebijakan tersebut sangat membantu masyarakat karena dapat memotong biaya logistik yang selama ini cukup besar, karena harus mampir dulu di Pelabuhan besar lainnya,” ujarnya.
Natan pun mengajak seluruh elemen masyarakat agar dapat memanfaatkan dengan maksimal kebijakan program Olly Dondokambey dan Steven Kandouw ini.
“Mari manfaatkan program ini. Kita sama-sama maju dan sejahtera,” pungkasnya















