Connect with us

Hi, what are you looking for?

Minahasa

Perbedaan K13 dan KMB Dibahas FMIPAK Unima

“Setiap minat siswa itu berbeda-beda, maka perlu dilakukanlah pembelajaran berdifferensiasi, pembelajaran yang bervariasi. Pada media pembelajaran dibuat dengan perpaduan antara media digital dan media konkret.”

Filemon Sagala, Duta Teknologi Kemendikbudristek


Tondano, Makasiownews – Fakultas Matematika Ilmu, Pengetahuan Alam dan kebumian (FMIPAK) Universitas Negeri Manado (UNIMA), menggelar kegiatan Stadium Generale.

Kegiatan yang digagas Jueusan Fisika ini, dibuka langsung oleh Ketua Jurusan Fisika, Alfrie Musa Rampengan, S.Si, M.Sc.

Tema yang diangkat juga sangat menarik, yakni Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar Bagi Calon Pendidik dan Peneliti Fisika.

Kegiatan ini dilaksanakan secara daring (online), pada hari Jumat (28/04/2023) lalu.

Ketua Jurusan Fisika, Alfrie Musa Rampengan, S.Si, M.Sc mengatakan, Stadium Generale atau biasa disebut Kuliah Umum merupakan agenda bulanan Jurusan Fisika dan ini merupakan kali ketiga digelar.

“Studium Generale ini sudah diadakan untuk ketiga kalinya. Kita berharap kegiatan ini akan menjadi agenda bulanan, untuk menambah kompetensi lulusan Jurusan Fisika Unima”, Kata Rampengan.

Tampil sebagai Narasumber, Filemon Sagala dalam pemaparan materinya menjelaskan, ada beberapa perbedaan antara Kurikulum 2013 dengan Kurikulum Merdeka Belajar (KMB).

“Pada Kurikulum 2013 sangat berbeda dengan Kurikulum Merdeka Belajar. Perbedaan mendasar misalnya pada RPP diganti dengan Modul Ajar,” kata Filemon.

Ia juga menjelaskan, proses pembelajaran dalam KMB sesuai dengan kebutuhan murid dan berfokus pada minat.

Jelasnya lanjut, pada awal pembelajaran, para pengajar sudah harus melakukan pemetaan, sehingga setiap siswa dipetakan pada kelompok keahlian atapun kelompok peminatan.

“Setiap minat siswa itu berbeda-beda, maka perlu dilakukanlah pembelajaran berdifferensiasi, pembelajaran yang bervariasi. Pada media pembelajaran dibuat dengan perpaduan antara media digital dan media konkret,” paparnya.

Moderator Parno Mahulae menambahkan, pelaksanaan kuliah umum ini untuk menambah pengetahuan baru tentang pelaksanaan kurikulum merdeka belajar di Sekolah.

“Pelaksanaan kurikulum merdeka belajar ini memang perlu sosialisasi yang lebih banyak. Karena sebagai lembaga yang mempersiapkan para calon pendidik, kita jangan sampai ketinggalan informasi tentang pelaksanaannya. Semoga dengan kegiatan kuliah umum kita dapat mempersiapkan para pendidik yang sesuai dengan kurikulum merdeka belajar”, pungkasnya.

(*)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *