Tomohon, Makasiow News – Pembacaan butir-butir Pancasila yang pertama kali di Sidang BPUPKI, tanggal 1 Juni, merupakan dasar penetapan hari lahir Pancasila.
Saat ini Pendidikan Pancasila selalu dilaksanakan untuk terus mempertahankannya sebagai dasar negara.
Ketua DPW IPTI Sulut, Willy Kaunang, SE, angkat bicara soal kondisi kaum anak muda masa kini, khususnya di Kota Tomohon, Kamis (01/6/2023).
Ia menambahkan sekolah perlu mengajarkan perilaku sopan santun yang benar dan berakar dari nilai-nilai pancasila.
“Saat ini dalam hal berperilaku sopan dan santun, perilaku anak muda kurang tepat,” kata Kaunang.
Ia menjelaskan beberapa kejadian yang pernah dialami saat para anak muda memberi salam.
“Contohnya, saat berpapasan dengan orang yang lebih tua, kadang kala hanya lewat saja atau bahkan hanya menggunakan kata siang dengan intonasi yang keliru atau tidak tepat,” ujarnya.
Ia melihat di Kota Tomohon, perlu adanya ajaran sikap yang benar dari sekolah atau bahkan dari orang tua.
“Pemberian ucapan salam atau rasa hormat yang benar harus diajarkan, sehingga anak muda tidak salah dalam penempatan kosakata dan intonasi, sehingga tidak terkesan hanya sebagai formalitas keseharian saja,”Jelasnya yang jabatan wakil ketua PSI Tomohon dan Caleg Dapil Tomohon Selatan.
Menurutnya, Pendidikan moral dan akhlak melalui pendalaman pendidikan moral Pancasila harus di tingkatkan dan mengakar mulai dari usia dini.
Ia menghimbau, semua pihak termasuk sekolah harus ada perilaku pendidikan yang tepat.
Hal tersebut diperlukan karena akan menunjukkan bentuk salah satu implementasi dari Pancasila.
“Pendidikan perilaku yang tepat khususnya di kota Tomohon diperlukan, agar anak muda tidak salah dalam penerapannya, apalagi Tomohon yang dikenal sebagai kota pendidikan,” pungkasnya.
Ia berharap nilai moral Pancasila terus dipertahankan sebagai identitas bangsa Indonesia.
(Stefanus Goni)














