Tomohon, Makasiow.com – Pernyataan Wenny Lumentut, calon Wali Kota Tomohon, dalam Debat Terbuka KPU yang menuding aparat keamanan tidak netral dalam Pilkada 2024 memicu reaksi keras dari masyarakat. Tokoh masyarakat Tomohon, Ruddy Tangkawarouw, SH, meminta pihak kepolisian segera memanggil dan meminta klarifikasi dari Wenny.
“Ini tuduhan serius dan disampaikan secara terbuka dalam forum yang dapat diakses publik luas. Jika tidak dibuktikan, tuduhan ini berpotensi menjadi hoaks yang merusak citra institusi Kepolisian,” ujar Ruddy, mantan birokrat senior, Kamis (14/11/2024).
Ruddy menegaskan bahwa pernyataan tersebut dapat menurunkan kepercayaan publik terhadap Polri yang dipimpin oleh Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Oleh karena itu, klarifikasi wajib dilakukan untuk menjaga kredibilitas lembaga keamanan negara.
Menurutnya, tuduhan seperti ini tidak boleh dibiarkan tanpa bukti kuat. Jika Wenny gagal membuktikan tudingannya, pernyataannya bisa dianggap sebagai penyebaran berita bohong yang memiliki konsekuensi hukum.
“Pihak Polres Tomohon atau Polda Sulut perlu segera memanggil Wenny Lumentut. Jika tidak bisa membuktikan, maka ia harus mempertanggungjawabkan ucapannya secara hukum,” tambah Ruddy.
Dia juga menilai bahwa Kepolisian selama masa Pilkada di Kota Tomohon telah bersikap profesional dan netral. Situasi yang tetap kondusif menjelang akhir masa kampanye menjadi bukti bahwa aparat menjalankan tugasnya dengan baik.
“Pernyataan provokatif seperti ini berbahaya. Sebagai calon pemimpin, seharusnya Wenny memberikan contoh yang menenangkan, bukan malah berpotensi menimbulkan konflik di masyarakat,” tutupnya.
Debat terbuka yang disiarkan secara langsung melalui platform digital tersebut menjadi perhatian publik di Sulawesi Utara dan bahkan tingkat nasional. Wenny Lumentut didesak untuk membuktikan tuduhannya atau menghadapi risiko hukum atas perbuatannya.















