Tomohon, Makasiow.com– Menjelang puncak Pilkada Kota Tomohon 2024, suhu politik semakin memanas. Kemenangan pasangan Caroll Senduk-Sendy Rumajar (CSSR) yang didukung PDIP dan Gerindra tampaknya memicu lawan untuk menggunakan strategi politik kotor.
Ketua Harian Tim Pemenangan CSSR, Ferdinand Mono Turang, menjadi sasaran serangan melalui akun palsu di media sosial. Akun Facebook dengan foto profil Mono, yang menampilkan dirinya bersama paslon lain, muncul dengan narasi mendukung Wenny Lumentut-Michael Mait (WLMM).
“Itu bukan akun saya. Bodong itu,” tegas Mono. Ia memastikan akun Facebook asli miliknya bernama Mono Turang, menampilkan foto dirinya saat liburan di luar negeri dengan latar belakang logo PDIP.
Mono, yang juga Ketua DPRD Kota Tomohon, menegaskan bahwa dirinya tetap setia mendukung CSSR dan tegak lurus dengan arahan partai. “CSSR adalah harga mati yang tidak bisa ditawar-tawar,” ujarnya.
Mono menyebut serangan ini muncul karena CSSR sulit dikalahkan di semua lini. Ia menganggap isu tersebut sebagai upaya untuk mengacaukan soliditas tim pemenangan.
“CSSR terlalu kuat. Lawan mulai menggunakan cara kotor untuk melemahkan kami,” kata Mono.
Mono dan tim pemenangan menyoroti keberhasilan kampanye akbar CSSR di Stadion Babe Palar, yang dihadiri lebih dari 30.000 pendukung riil.
Feky Rumondor, salah satu pendukung CSSR, menjelaskan bahwa jumlah tersebut sejalan dengan hitungan lapangan dan basis pendukung di 95 posko relawan, yang masing-masing memiliki sekitar 300 orang militan.
“Massa yang hadir itu nyata dan solid. Mereka mendukung CSSR sepenuh hati,” tambah Feky.
Dengan dukungan besar yang ditunjukkan, CSSR diperkirakan akan melanjutkan kepemimpinan mereka di periode kedua. Strategi politik kotor dari lawan dianggap hanya mencerminkan keputusasaan menghadapi kekuatan CSSR.
“Angka kehadiran di kampanye, long march sejauh 3 km, dan dukungan di tiap kecamatan menunjukkan CSSR berada di jalur kemenangan,” pungkas Mono.
Serangan akun palsu terhadap Ferdinand Mono Turang menandakan intensitas persaingan Pilkada Tomohon. Namun, CSSR tetap menunjukkan kekuatan melalui dukungan nyata dari masyarakat, menjadikan mereka favorit kuat dalam pertarungan politik ini.















