Connect with us

Hi, what are you looking for?

Artikel

Kebakaran Hebat Los Angeles: Saat Kota Kedua Terbesar AS Dilanda Mimpi Buruk

Makasiow –Langit Los Angeles memerah, bukan karena matahari terbenam, tetapi oleh kobaran api yang melalap wilayah ini selama lebih dari sepekan. Kebakaran yang dimulai sejak 7 Januari 2025 kini telah meratakan puluhan ribu hektar lahan, menghancurkan lebih dari 12.300 bangunan, dan memaksa ratusan ribu warga untuk meninggalkan rumah mereka. Kehancuran ini menjadi salah satu bencana paling dahsyat dalam sejarah Amerika Serikat.

Cuaca Ekstrem dan Angin Santa Ana, Biang Keladi Kebakaran

Los Angeles, kota terbesar kedua di AS, telah dinyatakan dalam status darurat oleh Gubernur California Gavin Newsom. Faktor cuaca ekstrem menjadi penyebab utama meluasnya kebakaran ini. Delapan bulan tanpa hujan membuat kelembaban tanah dan udara sangat rendah, menciptakan kondisi sempurna bagi api untuk berkobar. Ditambah lagi, angin Santa Ana yang berembus kencang mempercepat penyebaran api, mengubah wilayah perkotaan dan pedesaan menjadi medan apokaliptik.

“Kondisi ini sungguh tidak terelakkan. Kombinasi cuaca kering dan angin kencang mempercepat skala kebakaran hingga sulit dikendalikan,” ujar seorang pakar meteorologi dari National Weather Service.

Korban Jiwa dan Kerugian yang Fantastis

Dampak kebakaran ini sangat menghancurkan. Hingga 16 Januari 2025, Departemen Pemeriksaan Medis Los Angeles melaporkan 25 korban jiwa, termasuk mantan aktris Hollywood, Dalyce Curry, yang ditemukan tewas di reruntuhan rumahnya di Altadena. Sebanyak 12 orang lainnya masih dinyatakan hilang, memunculkan kekhawatiran jumlah korban akan terus bertambah.

Kerugian material diperkirakan mencapai angka fantastis, antara $135 miliar hingga $150 miliar. Nilai ini mencakup kerusakan pada infrastruktur, rumah, dan properti lainnya. Menurut Moody’s Ratings, kebakaran Los Angeles kali ini berpotensi menjadi salah satu yang paling merugikan sepanjang sejarah Amerika Serikat.

Eksodus Massal dan Kota yang Lumpuh

Kebakaran ini memaksa lebih dari 92.000 warga untuk meninggalkan rumah mereka. Sebagian besar dari mereka kini tinggal di tempat penampungan darurat, sementara 89.000 lainnya bersiap untuk dievakuasi jika api semakin mendekat. Di beberapa wilayah seperti Palisades dan Eaton, seluruh lingkungan telah berubah menjadi abu. “Kami hanya sempat menyelamatkan diri dengan pakaian di badan,” ujar seorang warga, mengenang saat ia harus meninggalkan rumah yang kini rata dengan tanah.

Kota ini juga mengalami lumpuh total. Jalan raya utama ditutup, aliran listrik terputus di beberapa wilayah, dan kualitas udara menurun drastis, menempatkan Los Angeles di bawah ancaman kesehatan baru.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *