Connect with us

Hi, what are you looking for?

Artikel

Garis Kemiskinan Indonesia: Rp19.841 per Hari, Apa Artinya untuk Kita?

Makasiow.com – Hidup dengan Rp19.841 per hari. Itulah angka yang menjadi acuan Badan Pusat Statistik (BPS) dalam menentukan kelompok miskin di Indonesia. Berdasarkan penghitungan terbaru BPS pada September 2024, garis kemiskinan nasional kini berada di angka Rp595.242 per kapita per bulan, naik 2,11 persen dari Rp582.932 pada Maret 2024. Namun, dibalik angka-angka ini, banyak yang bertanya: apa artinya hidup di atas garis kemiskinan ini?

Plt. Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menjelaskan, kenaikan garis kemiskinan tersebut disebabkan oleh inflasi dan kenaikan harga kebutuhan dasar. Garis kemiskinan di perkotaan mengalami peningkatan lebih tinggi, yakni 2,52 persen, dibandingkan pedesaan yang hanya naik 1,47 persen. Hal ini mencerminkan perbedaan biaya hidup yang semakin mencolok antara kota dan desa.

“Ini adalah dampak dari kenaikan harga bahan pokok, energi, dan transportasi, terutama di wilayah perkotaan yang biaya hidupnya lebih dinamis,” ujar Amalia di Jakarta, Rabu, 15 Januari 2025.

Meski angka garis kemiskinan meningkat, apakah itu berarti masyarakat yang berada sedikit di atas angka tersebut benar-benar keluar dari kemiskinan? Pertanyaan ini menjadi refleksi besar, terutama ketika kebutuhan dasar terus meningkat, dan daya beli masyarakat tetap tertekan.

Salah satu sorotan dari laporan BPS adalah kesenjangan antara perkotaan dan pedesaan. Di kota, pengeluaran harian yang dibutuhkan untuk keluar dari kategori miskin lebih tinggi dibandingkan di desa. Namun, fasilitas dan peluang di kota juga lebih besar, meski tak selalu merata. Dengan garis kemiskinan yang terus meningkat, pemerintah perlu mengembangkan kebijakan yang lebih inklusif. Program seperti bantuan langsung tunai, subsidi pendidikan, atau akses layanan kesehatan harus ditingkatkan, terutama untuk kelompok rentan.

Di sisi lain, masyarakat juga perlu diberdayakan melalui pelatihan keterampilan, akses ke pekerjaan yang layak, dan kebijakan ekonomi yang mendorong distribusi pendapatan lebih merata. Karena pada akhirnya, kemiskinan bukan hanya soal statistik, tetapi juga tentang memastikan setiap individu dapat hidup dengan martabat.

Garis kemiskinan Rp19.841 sehari mungkin terlihat kecil di mata sebagian orang. Namun, bagi mereka yang hidup dengan jumlah tersebut, itu adalah perjuangan harian yang menuntut pengorbanan besar. Bagi Indonesia, ini adalah pengingat bahwa perjuangan melawan kemiskinan adalah tugas bersama, yang harus terus dilanjutkan tanpa henti.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *