Connect with us

Hi, what are you looking for?

Artikel

Rica Rodo: Pedas Renyah dari Dapur Minahasa yang Menyentuh Lidah Dunia

Manado, Makasiow.com — Di antara semerbak daun jeruk purut dan sambal yang menggoda selera, sebuah sajian sederhana namun menggelegar selalu setia hadir di meja makan warga Sulawesi Utara: Rica Rodo. Makanan khas ini bukan hanya simbol dari ketegasan rasa Minahasa, tapi juga cermin dari gaya hidup masyarakat pesisir yang cerdas memadukan sumber laut dan rempah tropis.

Dalam bahasa Minahasa, kata “rica” bermakna sambal atau pedas. Sedangkan “rodo” mengacu pada ikan teri kecil laut yang sering dijumpai di pasar-pasar tradisional Manado dan sekitarnya. Maka tak heran, ketika dua unsur ini disatukan, lahirlah sebuah menu otentik yang pedasnya menghentak tapi rasanya membuat kangen.

Hidangan ini sangat merakyat. Ikan rodo digoreng hingga renyah, lalu dicampur dengan tumisan cabai merah keriting, bawang, tomat, serta daun aromatik seperti jeruk purut atau pandan. Prosesnya sederhana, tapi seperti banyak masakan rumahan Sulut lainnya, kunci kenikmatannya ada pada keberanian rasa dan ketelitian dalam menumis bumbu.

Dalam versi-versi tertentu, Rica Rodo bisa hadir kering dan renyah seperti abon, atau basah berminyak dengan aroma menyengat yang menggoda. Tak ada aturan baku setiap keluarga punya versinya sendiri. Yang pasti, satu sendok Rica Rodo selalu berhasil menghidupkan sepiring nasi putih biasa menjadi pengalaman makan yang istimewa.

“Ini makanan sejuta umat. Dari pekerja pelabuhan sampai pengusaha, semua suka Rica Rodo,” ujar Linda Kalengkongan, ibu rumah tangga asal Tondano yang sering menjual Rica Rodo dalam kemasan botol untuk oleh-oleh. Menurutnya, karena tahan lama dan praktis, Rica Rodo kini banyak diburu wisatawan lokal maupun mancanegara.

Meski terkesan rumahan, Rica Rodo tak bisa dianggap remeh. Nilai gizinya tinggi, terutama dari kandungan protein ikan teri. Namun, karena pedasnya luar biasa dan proses penggorengan intensif, makanan ini perlu dinikmati dengan bijak, terutama bagi penderita maag.

Tak hanya jadi favorit di dapur Minahasa, Rica Rodo kini juga merambah dunia digital. Banyak UMKM lokal menjualnya secara daring dalam bentuk botol atau frozen pack. Di beberapa kafe modern Manado, Rica Rodo bahkan disandingkan dengan nasi daun jeruk atau dikreasikan dalam bentuk rice bowl kekinian.

Bagi sebagian orang, Rica Rodo mungkin hanya lauk sederhana. Tapi bagi masyarakat Sulawesi Utara, ia adalah bagian dari identitas rasa berani, kuat, namun tetap menghangatkan. Di tengah gempuran kuliner modern, kehadiran Rica Rodo mengingatkan bahwa kekuatan cita rasa sejati tak selalu datang dari kemewahan, tapi dari keberanian mengolah yang sederhana menjadi luar biasa.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *