Connect with us

Hi, what are you looking for?

Artikel

Pasar Ekstrem Tomohon Sebagai Daya Tarik Wisata

Manado, Makasiow.com – Di lereng Gunung Lokon, Kota Tomohon menawarkan udara sejuk, pemandangan pegunungan yang memesona, serta pasar yang menantang rasa penasaran dan nalar banyak orang. Namanya Pasar Ekstrem Tomohon, atau dikenal juga sebagai Pasar Beriman. Bagi sebagian warga Sulawesi Utara, pasar ini adalah tempat belanja harian biasa. Tapi bagi wisatawan atau pengunjung luar, ini adalah panggung terbuka dari sebuah kebudayaan yang berbeda, bahkan ekstrem sebagaimana namanya.

Pasar ini dikenal luas, bahkan mendunia, karena menjual berbagai jenis daging yang jarang, bahkan tidak lazim dikonsumsi di daerah lain di Indonesia. Di sini, anjing, kelelawar, tikus hutan, ular piton, hingga monyet tersaji sebagai komoditas kuliner. Sebagian besar hewan disembelih langsung di tempat setelah transaksi, membuat pengalaman berjalan di lorong-lorong pasar menjadi sensasi yang memicu adrenalin, empati, bahkan debat moral.

Konsumsi daging eksotis bukanlah hal baru bagi masyarakat Minahasa. Jauh sebelum Indonesia merdeka, masyarakat adat di daerah pegunungan ini telah memiliki tradisi mengonsumsi hewan liar sebagai bagian dari perayaan, upacara adat, atau simbol status sosial. Daging anjing, yang dikenal dengan nama masakan RW (Rintek Wuuk), dan Paniki masakan kelelawar berbumbu santan bukan sekadar menu, tapi juga lambang kedekatan dengan akar budaya.

Namun ketenaran pasar ini tak datang tanpa perdebatan. Dokumenter dari National Geographic, BBC, hingga YouTube channel investigatif telah membidik tempat ini. Dari satu sisi, ia disorot sebagai warisan budaya yang autentik. Dari sisi lain, ia dikritik sebagai ancaman konservasi, kesehatan, dan etika terhadap hewan.

Pemerintah kota beberapa kali mengimbau pengaturan lebih ketat terhadap perdagangan satwa dilindungi. Namun regulasi kerap tertatih di antara keinginan menjaga tradisi dan tuntutan perlindungan hewan. Beberapa jenis yang semestinya dilindungi, seperti trenggiling dan kera hitam, masih muncul secara sembunyi di antara tumpukan dagangan.

Meski kontroversial, pasar ini tetap ramai. Baik oleh pembeli lokal yang mencari bahan masakan khas, maupun wisatawan yang ingin menyaksikan langsung bagaimana tradisi dan realitas hidup berdampingan dalam satu ruang. Sebagian datang dengan kamera tersembunyi. Sebagian lainnya dengan hati terbuka, ingin memahami tanpa buru-buru menghakimi.

Pasar Ekstrem Tomohon bukan sekadar pasar. Ia adalah potret kompleksitas hubungan manusia, alam, dan budaya. Di satu sisi, ia memancing kritik global. Di sisi lain, ia adalah saksi hidup dari kekayaan kuliner dan cara bertahan komunitas lokal yang memelihara adatnya. Di antara kepulan asap daging bakar dan teriakan pedagang pagi hari, tersimpan cerita yang lebih dalam dari sekadar apa yang ada di meja jual.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *