Manado, Makasiow.com – Tingkat melek huruf di Indonesia kembali disorot setelah data terbaru menunjukkan satu wilayah melesat jauh di atas rata-rata nasional. Sulawesi Utara mencatat angka 99,75 persen. Hampir seluruh penduduk usia 15 tahun ke atas mampu membaca dan menulis. Angka ini menempatkan provinsi tersebut di posisi teratas daftar daerah dengan literasi dasar terbaik di Indonesia menurut GoodStats.
Capaian ini muncul ketika rata-rata nasional berada di kisaran 96,53 persen. Angka yang stabil, tetapi masih meninggalkan jarak antara kota dan desa. Sulawesi Utara menjadi pengecualian. Daerah ini menunjukkan penyebaran pendidikan yang lebih merata. Banyak sekolah desa berhasil menjaga kualitas pengajaran dasar. Sementara kota menjadi pusat akses pendidikan lanjutan. Kombinasi itu membuat tingkat buta huruf terus menurun dalam lima tahun terakhir.
Jakarta berada di posisi tinggi dengan persentase sekitar 99,65 persen. Namun pertumbuhannya cenderung stagnan karena sudah mencapai titik jenuh literasi. Di beberapa wilayah lain, capaian masih jauh tertinggal karena akses sekolah yang terbatas atau distribusi tenaga pendidik yang tidak seimbang. Ketimpangan ini terlihat jelas ketika data diperbandingkan antarprovinsi.
Di lapangan, guru di Sulawesi Utara menyebut kesuksesan ini tidak hanya soal ketersediaan sekolah. Akses informasi digital ikut berperan. Banyak keluarga di daerah pesisir dan pedesaan sudah terbiasa menggunakan perangkat digital sebagai alat belajar. Sementara program literasi dasar dari pemerintah daerah berjalan konsisten di semua kabupaten. Ini membuat kemampuan membaca dan menulis bukan lagi sekadar capaian sekolah, tetapi kebutuhan hidup sehari-hari.
Para peneliti melihat temuan ini sebagai sinyal bahwa investasi pendidikan di wilayah timur mulai menunjukkan hasil. Namun mereka mengingatkan bahwa angka melek huruf saja tidak cukup. Tantangan berikutnya adalah kualitas pemahaman membaca dan kemampuan berpikir kritis. Dua aspek yang masih bervariasi antara satu daerah dengan lainnya.
Capaian Sulawesi Utara memberi dorongan optimisme. Daerah ini memperlihatkan bahwa pemerataan pendidikan mungkin dicapai dengan strategi yang tepat. Sementara provinsi lain bisa memanfaatkan data ini sebagai tolok ukur. Literasi tetap menjadi fondasi utama untuk menghadapi transformasi digital dan dinamika ekonomi yang bergerak cepat.















