Jakarta, 30 Maret 2026 Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus Komaling menghadiri rapat percepatan program Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) yang dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan. Rapat tersebut turut dihadiri Menteri Lingkungan Hidup, Wakil Menteri Sekretaris Negara, Wakil Menteri Dalam Negeri, serta para kepala daerah dari wilayah yang mendapatkan alokasi proyek PSEL.
Dalam forum tersebut, pemerintah pusat menekankan percepatan implementasi PSEL sebagai bagian dari solusi strategis dalam penanganan sampah sekaligus penguatan energi terbarukan di berbagai daerah.
Gubernur Sulawesi Utara dalam pemaparannya menyampaikan kesiapan pemerintah daerah dalam mendukung program tersebut, termasuk penyediaan lahan yang akan digunakan sebagai lokasi pembangunan fasilitas pengolahan sampah.
“Pemprov Sulut sudah menyiapkan lahan seluas 10 hektare di wilayah Ilo Ilo, Kecamatan Wori,” ujarnya.
Selain kesiapan lahan, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara juga telah melakukan koordinasi dengan sejumlah pemerintah kabupaten dan kota untuk memastikan pasokan sampah yang akan diolah dapat terpenuhi secara berkelanjutan.
Ia menjelaskan bahwa sedikitnya lima kabupaten dan kota telah dilibatkan dalam skema kerja sama untuk mendukung suplai bahan baku sampah bagi operasional PSEL ke depan.
Program PSEL sendiri merupakan salah satu upaya pemerintah dalam mengurangi volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir, sekaligus mengubahnya menjadi sumber energi listrik yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.
Dalam arahannya, Menteri Koordinator Bidang Pangan menyampaikan bahwa pemerintah pusat menargetkan seluruh proyek PSEL yang telah direncanakan dapat mulai beroperasi pada akhir tahun 2027.
Target tersebut menjadi acuan bagi pemerintah daerah untuk mempercepat berbagai tahapan persiapan, mulai dari penyediaan lahan, koordinasi lintas daerah, hingga kesiapan infrastruktur pendukung.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara menilai program ini tidak hanya berdampak pada pengelolaan lingkungan yang lebih baik, tetapi juga membuka peluang pengembangan energi alternatif yang berkelanjutan di daerah.














