Manado, Makasiow News – Ada pemandangan menarik dari Jembatan Soekarno pada siang hari, surutnya air laut sepanjang pantai di pinggir Boulevard membuat sedimen pasir tampak timbul seperti pulau, Senin (29/5/2023).
Namun, bukannya terlihat indah, tumpukan sampah di atasnya menjadi sorotan masyarakat ketika melintas.
Sampah yang ada, menjadi bukti kotornya laut di Kota Manado.
Banyaknya sampah dapat menghambat program ODSK dalam meningkatkan pariwisata di Sulawesi Utara, apalagi Kota Manado adalah Ibukota Provinsi.
Aktivis Lingkungan Aan Nurul A.S. Usman merasa miris melihat banyaknya sampah di laut Kota Manado.
Menurutnya, Pemerintah baik ditingkat Provinsi dan Kota Manado sudah mengupayakan berbagai cara untuk menjaga kebersihan.
“Sampah melaut kalimat yang terlintas dibenak ketika melihat tumpukan sampah yang ada di lokasi tersebut. Menyadarkan saya bahwa sangat kurang kesadaran dari masyarakat pentingnya menjaga kebersihan terutama di laut,” kata Aan.
Baginya penyebab Indonesia menjadi salah satu penyumbang sampah terbesar adalah SDM yang masih kurang cerdas akan kesadaran menjaga lingkungan.
“sangat mengkhawatirkan, mengingat pencemaran sampah terutama sampah plastik, dapat memberikan dampak negatif terhadap kesehatan ekosistem laut, menganggu pariwisata, dan kesehatan manusia,” ujar Mahasiswa IAIN Manado.
Terpantau media ini, sepanjang pantai Boulevard dua terdapat sampah yang bertebaran.
Aan, yang juga menjabat Leader World Clean Up Day (WCD) Sulawesi Utara mengharapkan, adanya edukasi dari berbagai pihak di Sulawesi Utara tentang pentingnya menjaga lingkungan hidup.
(Stefanus Goni)














