Tomohon, Makasiow News — Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Tomohon terus berupayah memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat di kaki Gunung Lokon tersebut.
Terlebih terkait pencegahan pungutan liar (pungli) yang bisa saja dilakukan oleh oknum tidak bertanggung jawab yang dapat merugikan masyarakat pengguna layanan PDAM.
Sehingga, dibawah kepemimpinan Direktur PDAM Kota Tomohon, Adrian Ngenget diluncurkannya sistem penagihan pembayaran digital.
“Kami saat ini menggunakan sistem pengecekan melalui aplikasi digital, dengan tujuan agar lebih transparan dalam penagihan kepada masyarakat. Sehingga tidak ada lagi istilah pembengkakan pembayaran yang seharunya hanya berapa, namun ditagihkan lebih besar dari itu. proses pembayaran juga bisa menggunakan aplikasi pembayaran atau virtual account dari bank,” ujar Nganget.
Tambahnya juga, petugas penagih kini dilengkapi dengan printer digital yang terkoneksi dengan sistem pembayaran di loket PDAM.
“Tidak ada lagi kwitansi manual! pelanggan akan menerima cetakan struk, yang dimana datanya akan masuk langsung ke sistem di loket pembayaran. jadi petugas menagih harus sesuai degan tagihan dan tidak bisa ada pungli atau tagihan yang tidak masuk ke dalam sistem lagi, semua tercatat,” ujarnya.
Nganget pun mengimabau masyarakat pelanggan PDAM untuk memperhatikan sistem pelayanan digital yang baru ini.
“Jangan ada lagi pelanggan yang mau menerima Petugas memberikan kwitansi manual. Ini bentuk pelayanan kami kepada masyarakat,” pungkasnya.
(*)















