Manado, Makasiow.com – Debat Publik Terbuka ketiga pasangan calon (Paslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tomohon, Rabu (13/11/2024), menjadi panggung bagi dua paslon, MJW-CM dan WL-MM, untuk melancarkan serangan bertubi-tubi kepada paslon nomor urut 3, Caroll Senduk-Sendy Rumajar (CSSR). Namun, serangan yang dinilai cenderung tanpa dasar itu berhasil dijawab dengan santai oleh CSSR menggunakan data dan prestasi konkret.
Sejak awal debat yang berlangsung di sebuah hotel di Manado, serangan dari dua kubu terlihat jelas. Padahal, moderator sudah mengingatkan agar tanya-jawab dilakukan pada segmen tertentu. Serangan bertubi-tubi ini, menurut sejumlah pengamat, tidak dilengkapi bukti yang cukup, bahkan kerap bertentangan dengan fakta.
Caroll Senduk menanggapi serangan-serangan tersebut dengan senyuman dan jawaban berbasis data. Ia menegaskan bahwa pemerintahan Kota Tomohon telah berjalan sesuai aturan, diawasi oleh lembaga internal seperti Kemendagri dan Menpan RB, serta eksternal seperti Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
“Selama 11 tahun berturut-turut, Tomohon mendapatkan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK. Selain itu, pengelolaan meritokrasi juga diakui Ombudsman RI sebagai yang terbaik kedua secara nasional,” ujar Caroll dalam salah satu segmen debat.
Seorang tokoh masyarakat, Ruddy Tangkawarouw, menilai serangan terhadap CSSR sebagai hal yang tidak masuk akal. “Jika ada pihak yang merasa dirugikan, mereka bisa menggunakan mekanisme pengaduan resmi, seperti ke Ombudsman, Inspektorat, atau bahkan PTUN. Tanpa itu, tuduhan mereka hanya omong kosong,” katanya.
Komentar serupa juga datang dari warga yang menilai bahwa serangan dua paslon lebih bernuansa provokasi daripada berbobot. “Mungkin yang bermasalah bukan pemerintahannya, tetapi mereka yang berhalusinasi,” ujar seorang warga dengan nada sarkastik.
Pada akhir debat, Caroll Senduk dan Sendy Rumajar mengimbau masyarakat untuk tidak mudah termakan hoaks dan provokasi. “Pemerintahan kami diawasi oleh institusi resmi negara, sehingga semuanya berjalan sesuai mekanisme yang sah. Kami tidak berada di ruang hampa,” ujar Sendy Rumajar.
Debat kali ini menunjukkan bahwa CSSR tetap percaya diri menghadapi serangan, dengan prestasi dan rekam jejak yang berbicara. Pasangan nomor urut 3 ini tampaknya semakin memperkuat posisinya di hati masyarakat Tomohon menjelang Pilkada.















