Connect with us

Hi, what are you looking for?

News

Gempa Dahsyat di Myanmar dan Thailand: Ribuan Korban dan Krisis Kemanusiaan yang Kian Parah

Manado, Makasiow.com – Bencana gempa bumi berkekuatan 7,7 mengguncang wilayah Sagaing, Myanmar, pada Jumat (28/3/2025), menimbulkan kehancuran besar di kawasan tersebut serta dampaknya turut dirasakan hingga Thailand. Hingga kini, lebih dari 3.750 orang dilaporkan meninggal dunia dan lebih dari 4.600 lainnya terluka di Myanmar. Ratusan orang juga masih dinyatakan hilang, termasuk pekerja di lokasi konstruksi yang runtuh di Bangkok, Thailand.

Kehancuran di Myanmar: Infrastruktur Lumpuh, Penyelamatan Terkendala

Myanmar menjadi negara yang paling terdampak oleh gempa ini. Bangunan runtuh, komunikasi terputus, serta jalan-jalan utama mengalami kerusakan parah. Upaya penyelamatan menghadapi kendala besar akibat konflik sipil yang sedang berlangsung. Minimnya peralatan berat serta akses terbatas ke wilayah terdampak memperlambat proses evakuasi. Organisasi internasional dan kelompok hak asasi manusia telah mendesak junta militer Myanmar untuk membuka akses yang lebih luas bagi pekerja kemanusiaan guna menyalurkan bantuan yang sangat dibutuhkan.

“Kami memerlukan jalur aman untuk menyalurkan bantuan. Banyak korban yang masih terjebak di reruntuhan dan membutuhkan pertolongan segera,” ujar seorang perwakilan organisasi kemanusiaan yang enggan disebutkan namanya.

Dampak di Thailand: Bangkok Ikut Terguncang

Thailand juga merasakan dampak signifikan dari gempa ini. Sedikitnya 26 orang tewas dan 33 lainnya terluka, terutama di Bangkok, di mana sebuah gedung pencakar langit yang tengah dibangun mengalami keruntuhan. Guncangan terasa di 63 dari 77 provinsi di Thailand, dengan kerusakan dilaporkan di 18 provinsi, terutama di wilayah utara dan sekitar ibu kota.

Pemerintah Thailand segera mengerahkan tim penyelamat dan alat berat untuk membantu evakuasi korban. Perdana Menteri Thailand dalam pernyataannya menyebut bahwa pemerintah akan memastikan seluruh korban mendapatkan perawatan yang layak dan mempercepat pemulihan infrastruktur yang terdampak.

Krisis Kemanusiaan yang Kian Memburuk

Bagi Myanmar, gempa ini semakin memperparah situasi kemanusiaan yang sudah genting akibat perang sipil yang berkepanjangan. Jutaan orang telah mengungsi sebelum bencana ini terjadi, dan kini kebutuhan akan bantuan darurat semakin mendesak. Organisasi internasional terus berupaya meningkatkan distribusi bantuan, meskipun hambatan logistik dan keamanan tetap menjadi tantangan utama.

Sementara itu, negara-negara tetangga dan organisasi global telah menyatakan kesiapan mereka untuk membantu korban gempa. Namun, efektivitas bantuan ini masih sangat bergantung pada akses yang diberikan oleh otoritas setempat di Myanmar.

Saat ini, tim penyelamat masih berlomba dengan waktu untuk mencari korban selamat di bawah reruntuhan. Dengan situasi yang terus berkembang, dunia menanti langkah lebih lanjut dari pemerintah Myanmar dan komunitas internasional dalam menangani dampak gempa besar ini.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *