Connect with us

Hi, what are you looking for?

Manado

Refleksi Hari Buruh Nasional, Fraksi Rakyat Sulut Gelar Aksi

Manado, Makasiow News-Memperingati Hari Buruh Nasional, puluhan Mahasiswa yang tergabung dalam Fraksi Rakyat Sulut menggelar aksi sebagai refleksi Hari Buruh di Kota Manado, Sulawesi Utara (Sulut), Senin (01/05/23).

Fraksi rakyat ini merupakan gabungan dari beberapa Organisasi seperti GMKI Komisariat justitia Cabang Manado, GMNI Manado, LMND Sulut, BEM Faperta Unsrat, KPBI, LAM FH Unsrat, Aksi Kamisan Manado, PMHU Manado, dan CMK.

Dari pantauan Makasiow.Com, massa memulai aksinya dari pukul 15:30 Wita, dan melakukan longmarch Dari God Bless Park sampai di Tugu Zero Point Manado sambil menyayikan lagu Darah Juang.

Sedikitnya ada 14 tuntutan disuarakan Fraksi Sulut diantaranya, menuntut Pemerintah menyabut Undang Undang Cipta kerja yang sudah di sahkan.

“Kami yang tergabung dari Fraksi Rakyat Sulut, turun melakukan longmarch untuk mengkampanyekan kepada seluruh elemen masyarakat, terkait Undang undang Cipta kerja yg sudah di sahkan oleh Pemerintah. Ini adalah undang undang yang sangat menyeramkan dan berpotensi terjadinya eksploitasi kepada buruh dan pekerja,” ujar salah satu orator aksi Juan Miguel Silitonga.

Aksi Refleksi Hari Buruh ini berlangsung aman, setelah massa aksi tiba di tugu Zero Point manado dan menyampaikan aspirasi, rombongan kemudian membubarkan diri dengan tertib.

Berikut 14 tuntutan yang dilayakan Fraksi Sulut.

  1. Cabut UU Cipta Kerja
  2. Laksanakan UUD 1945 pasal 33,dan pasal 27 ayat 2.
  3. Hentikan perampasan tanah Kalasey Dua.
  4. Berikan pajak progresif bagi perusahaan swasta.
  5. Nasionalisasi Perusahaan strategis serta bangun industri nasional yang kuat dan mandiri dibawah kontrol rakyat pekerja.
  6. Pangkas anggaran belanja TNI-POLRI.
  7. Sita harta para koruptor.
  8. Selesaikan pelanggaran HAM masa lalu.
  9. Wujudkan pendidikan gratis,ilmiah,demokratis dan bervisi kerakyatan serta jaminan sosial rakyat lainnya.
  10. Perlindungan pekerja migran
  11. Wujudkan sosialisme Indonesia
  12. Batasi perusahaan ke pasar tradisional
  13. Tolak PHK sepihak buruh,sistem kerja kontrak,politik upah murah serta kebijakan perusahaan yang merugikan buruh
  14. Bebaskan Haris Ajar dan Fatia tanpa syarat, serta hentikan kriminalisasi buruh, petani, mahasiswa, dan gerakan rakyat.

(Aldo)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *