Connect with us

Hi, what are you looking for?

News

Sulut Bidik Pertumbuhan Ekonomi di Atas Nasional, Gubernur Tekankan Sinergi dan Akselerasi Program

Manado, 23 Februari 2026, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara menargetkan pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dari rata-rata nasional pada 2026. Target tersebut disampaikan Gubernur Sulawesi Utara dalam High Level Meeting bersama sejumlah tim koordinasi strategis daerah di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Utara, Manado, Senin, 23 Februari 2026.

Pertemuan tersebut melibatkan berbagai tim koordinasi penting, antara lain Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD), Tim Percepatan dan Perluasan Elektronifikasi Daerah (TP2ED), Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD), serta Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS). Turut hadir pula para bupati dan wali kota se-Sulawesi Utara.

Dalam arahannya, Gubernur menegaskan pentingnya sinergi antarlembaga untuk memperkuat stabilitas dan pertumbuhan ekonomi daerah.

“Siang tadi, saya memberikan arahan tegas dalam High Level Meeting bersama TPID, TP2DD, TP2ED, TPAKD, dan KDEKS, serta para Bupati dan Walikota se-Sulut. Fokusnya jelas: Sinergi Agresif!” ujarnya.

Salah satu fokus utama yang dibahas dalam pertemuan tersebut adalah penguatan ketahanan pangan daerah. Pemerintah daerah mendorong modernisasi sistem irigasi serta optimalisasi peran badan usaha milik daerah (BUMD) guna menjaga stabilitas harga sejumlah komoditas utama seperti beras, bawang, dan cabai.

Selain itu, pemerintah daerah juga menargetkan pertumbuhan ekonomi yang solid melalui percepatan realisasi anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) serta peningkatan investasi di berbagai sektor.

Digitalisasi ekonomi juga menjadi agenda penting dalam pertemuan tersebut. Pemerintah daerah mendorong perluasan penggunaan sistem pembayaran digital, termasuk Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS), di berbagai sektor seperti pasar tradisional dan industri pariwisata.

Dalam aspek ekonomi inklusif, pemerintah daerah berupaya memperluas akses pembiayaan bagi masyarakat melalui program yang dijalankan oleh TPAKD. Skema tersebut diharapkan dapat membantu petani, nelayan, serta pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memperoleh akses permodalan yang lebih mudah.

Gubernur juga menekankan pentingnya kerja cepat dan terarah dari seluruh pemangku kepentingan dalam memperkuat ekonomi daerah.

“Kita harus bekerja lebih agresif dan fokus untuk memperluas lapangan kerja dan memperkuat industri manufaktur,” ujarnya.

Ia pun menginstruksikan seluruh jajaran pemerintah daerah serta para pemangku kepentingan untuk segera menjalankan berbagai program yang telah dirumuskan dalam pertemuan tersebut.

“Saya instruksikan kepada seluruh jajaran dan stakeholder untuk segera bergerak. Mari kita bersama-sama kawal stabilitas ekonomi Bumi Nyiur Melambai!” katanya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *