Minahasa, Makasiow News — Minahasa selama ini menjadi daerah dengan populasi babi terbesar di Sulawesi Utara (Sulut), Indonesia.
Menurut Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan, Dinas Pertanian Minahasa, Pauldy Aguw, S.Pt, menjelaskan dari sekitar 400 ribu populasi babi di Sulut, 130 ribunya berasal dari Kabupaten Minahasa.
Namun, sangat disayangkan sejak African Swine Fever (ASF) atau Flu Babi Afrika menyerang Sulut lebih khususnya Minahasa, populasi babi pada peternakan yang ada berkurang drastis.
“Dari data yang masuk, tersisa sekitar 80.000an (babi) yang masih bertahan dari 130.000an (total babi),” ujar Aguw, di ruang kerjanya, Senin (31/7/2023).
Katanyanya lagi ada 3 faktor yang menyebabkan hal tersebut, yakni potong/mati paksa dan jual paksa, serta karena virus.
“Ada yang di potong atau mati paksa, disebabkan karena para peternak takut yang sehat tertular. Sehingga ketika ada kejadian 1 babi mati, yang lain juga ikut langsung dipotong. Kemudian ada peternak yang menjual paksa dengan harga murah dan ada yang mati karena virus,” ujarnya.
Ia pun mengimbau para peternak untuk tenang dalam menghadapi virus ASF ini.
“Yang penting jalankan prosedur biosecurity, rajin semprotkan disinfektan dan memberikan vitamin kepada ternak (babi),” pungkasnya.
(dede)















