Connect with us

Hi, what are you looking for?

Komunitas & Organisasi

Yayasan Selamatkan Yaki Beri Edukasi Kepada Pemburu Liar

Makasiow.com – Menyikapi perburuan satwa liar di Sulawesi Utara, Yayasan Selamatkan Yaki melakukan sebuah kegiatan yang menyasar pada para pemburu di Sulawesi Utara dengan tajuk Role Model Roadshow, sebagai kegiatan yang memberdayakan para pemburu yang sudah sadar dan beralih profesi bahkan mau melindungi satwa liar.

Kegiatan ini dilakukan di 3 wilayah di Sulawesi Utara yakni Kabupaten Minahasa Utara, Minahasa Selatan dan Bolaang Mongondow dengan total 19 desa.

Yunita Siwi mengatakan, “kegiatan ini merupakan tindak lanjut kegiatan lokakarya Mitigasi Perdagangan satwa liar di Sulawesi Utarayang digagas oleh yayasan Selamatkan Yaki Indonesia dan Dinas Kehutanan Provinsi Sulawesi Utara bersama Polda Sulut dan beberapa waktu lalu,” ucap Yunita.

Bagaimana melibatkan para pemburu yang telah berhasil secara bijaksana menyikapi
keberadaan satwa di alam liar. “Sehingga dari pengalaman mereka bisa memberi sebuah cerita menarik bahwa tidak selamanya berburu satwa menjadi peluang satu-satunya untuk dijadikan mata pencaharian,” lanjutnya.

Kegiatan ini direspon baik oleh para Hukum Tua, pemburu dan juga warga desa yang hadir.

Liske Kolantung Hukum Tia Desa Keroit mengatakan sangat membutuhkan sosialisasi seputar satwa liar, seperti informasi mana yang terancam dan mana yang harus dilindungi.

“Kegiatan seperti ini sangat baik, kalau bisa kegiatan serupa bisa kembali diadakan di desa kami,” ujar Hukum Tua Desa Keroit.

Sementara Nikodemus Oleh, Hukum Tua Kinunang Minahasa Utara mengatakan, “saya berharap jika kedepan ada pemberian materi khusus yang bisa menambah wawasan masyarakat tentang satwa dan bagaimana menjadi tour quide di Kawasan hutan sekitar desa,” tuturnya.

Mengingat daerah mereka akan menjadi bagian dari Kawasan Ekonomi Khusus ( KEK).

Disadarinya bahwa pengetahuan akan alam ditambah dengan hospitality akan memberi nilai plus bagi desa Kinunang dalam mendukung wisata berbasis ecotourism.

Selama kegiatan pihak Selamatkan Yaki membawa pemburu yang aktif menjadi
duta di kampung mereka. Ada Dendi Karundeng dari Bitung, Lucky Mamonto dari Bolmong dan Siroon Menayang dari Minsel.

Dendi Karundeng, mewakili pemburu
mengatakan, “saya bangga menjadi agen perubahan tidak lagi berburu tetapi melindungi satwa liar,” ucapnya.

Dendi juga mengajak para pemburu untuk bijaksana berburu, dengan lebih berpihak pada kelestarian satwa liar, mampu memilih, menghindari satwa yang terancam dan dilindungi sehingga anak-anak cucu kelak masih melihatnya bukan sekedar mendengar, tandas Dendi mewakili pemburu.

Kegiatan ini akan terus berlangsung selama bula Maret 2021. Diharapkan bisa melahirkan duta-duta lingkungan yakni pemburu-pemburu yang peduli pada lingkungan khususnya satwa liar di Sulawesi Utara bahkan di dunia ini.

Purnama Nainggolan Koordinator EARS mengatakan, dari program Selamatkan Yaki saya optimis setelah kegiatan ini terlaksanakan akan muncul pemburu dengan perspektif yang baru.

“Akan menjadi pembawa pesan lestari di desa dimanapun mereka berada. Hubungan yang baik, dilengkapi dengan pemahaman yang lebih luas akan berdampak besar bagi kelestarian satwa sehingga keberadaannya menjadi sesuatu yang unik dan membaggakan,” tandas Purnama.

(Ivan Welang)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *